BUKTI SAHABAT NABI DAN ULAMA SALAF BERTAWASSUL DAN BERTABARUK

http://www.syaikhgoogle.com/2016/05/bukti-sahabat-nabi-dan-ulama-salaf.html

1. Shahih Muslim : Sahabat Bertabaruk Dengan Meminum Air Rendaman Jubah Rasulullah SAW.
2. Imam Syafi'i : Bertawasul dan Bertabaruk Dengan Imam Abu Hanifah.
3. Imam Ahmad : Bertawasul dan Bertabaruk Dengan Peninggalan Rasulullah SAW.
4. Tabaruk Dan Tawasul Pada Rasulullah SAW : Imam Adz-Dzahabi Dalam Kitab Mu’jam Kabir.
5. Tabaruk Dan Tawasul Dalam Kitab Syiar Alam Nubala : Imam Adz-Dzahabi.

1. Shahih Muslim Karya Imam Muslim bin al Hajjaj (Imam Ahli hadits), dengan syarahnya karya Imam Yahya bin Syaraf an Nawawi:



Berikut ini terjemahan yang diberi tanda:
"Dia (Asma’ binti Abi Bakar ash-Shiddiq) mengeluarkan jubah (dengan motif) thayalisi dan kasrawani (semacam jubah kaisar) berkerah sutera yang kedua lobangnya tertutup. Asma’ berkata: "Ini adalah jubah Rasulullah. Semula ia berada di tangan ‘Aisyah. Ketika ‘Aisyah wafat maka aku mengambilnya. Dahulu jubah ini dipakai Rasulullah, oleh karenanya kita mencucinya agar diambil berkahnya sebagai obat bagi orang-orang yang sakit". Dalam riwayat lain: "Kita mencuci (mencelupkan) nya di air dan air tersebut menjadi obat bagi orang yang sakit di antara kita".

Dalam menjelaskan hadits di atas Imam an Nawawi menuliskan: "Dalam hadits ini terdapat dalil dalam anjuran untuk mencari berkah dengan peninggalan-peninggalan orang-orang saleh dan dengan baju mereka".

2. Imam syafii bertawasul dan bertabaruk dengan Imam abu hanifah 
Dalam kitab Tarikh Baghdad Karya al Imam al Hafizh Abu Bakr Ahmad bin Ali, yang lebih dikenal dengan al Khathib al Baghdadi (w 463H).




Berikut ini adalah terjemahan yang di tandai:
(dengan sanadnya) berkata: "Aku mendengar Imam asy Syafi’i berkata: "Sesungguhnya saya benar-benar melakukan tabarruk (mencari berkah) kepada Imam Abu Hanifah, aku mendatangi makamnya setiap hari untuk ziarah, jika ada suatu masalah yang menimpaku maka aku shalat dua raka’at dan aku mendatangi makam Imam Abu Hanifah, aku meminta kepada Allah agar terselesaikan urusanku di samping makam beliau, hingga tidak jauh setelah itu maka keinginanku telah dikabulkan".

Disebutkan bahwa di sana (komplek makam Imam Abu Hanifah) terdapat makam salah seorang anak Sahabat Ali bin Abi Thalib, dan banyak orang menziarahinya untuk mendapatkan berkah di sana. Imam Ibrahim al Harbi berkata: "Makam Imam Ma’ruf al Karkhi adalah obat yang mujarab".

Dalam lembaran scan ke tiga disebutkan beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa "Di komplek pemakaman tempat Imam Abu Hanifah dikuburkan (Kufah) terdapat salah salah seorang anak cucu dari Imam Ali bin Abi Thalib yang sering dijadikan tempat ziarah dan mencari berkah oleh orang-orang Islam".

3. Imam Ahmad Bertawassul dan Bertabaruk dengan peninggalan Nabi Muhammad 
Bukti adanya tawassul dalam kita Al-Ishnaf, kitab fiqh madzhab Hanabilah karya Syaikhul Islam al-Imam al-’Allamah al-Faqih al-Muhaqqiq ‘Alauddin Abul Hasan ‘Ali bin Sulaiman al-Mawardiy al-Hanbaliy.





4. Mu’jam Asy-Syuyukh karya Adz-Dzahabi (murid Ibnu Taimiyah) : Imam Ahmad bertawasul dan bertabaruk dengan peninggalan Nabi Saw.




Ini terjemah yang ditandai:
"Imam Ahmad pernah ditanya tentang mengusap makam nabi dan menciumnya, dan beliau melihat bahwa melakukan perkara itu bukan suatu masalah (artinya boleh)".

"Jika dikatakan: "Bukankah para sahabat tidak pernah melakukan itu?" Jawablah: "Karena mereka melihat langsung Rasulullah dan bergaul dengannya, mereka mencium tangannya, bahkan antar mereka hampir "ribut" karena berebut sisa/tetesan air wudlunya, mereka membagi-bagikan rambut Rasulullah yang suci pada hari haji akbar, bahkan apa bila Rasulullah mengeluarkan ingus maka ingusnya tidak akan pernah jatuh kecuali di atas tangan seseorang (dari sahabatnya) lalu orang tersebut menggosok-gosokan tangannya tersebut ke wajahnya".

"Tidakkah engkau melihat apa yang dilakukan oleh Tsabit al Bunani?, beliau selalu mencium tangan Anas ibn Malik dan meletakannya pada wajahnya, beliau berkata: "Inilah tangan yang telah menyentuh tangan Rasulullah". Perkara-perkara semacam ini tidak akan terjadi pada diri seorang muslim kecuali karena dasar cintanya kepada Rasulullah".

5. Tabaruk di dalam kitab Syiar Alam Nubala (Imam Adz-Dzahabi murid Ibnu Taimiyah) yang sering menjadi rujukan Wahabi.



Ini terjemah yang ditandai:
"Abdullah bin Ahmad (anak Imam Ahmad ibn Hanbal) berkata: "Saya telah melihat ayahku (Imam Ahmad ibn Hanbal) mengambil sehelai rambut dari rambut-rambut Rasulullah, lalu ia meletakan rambut tersebut di mulutnya, ia menciuminya. Dan aku juga melihatnya meletakan rambut tersebut di matanya, dan ia juga mencelupkan rambut tersebut pada air lalu meminumnya untuk tujuan mencari kesembuhan dengannya."

"Aku juga melihat ayahku mengambil wadah (bejana/piring) milik Rasulullah, beliau memasukannya ke dalam air, lalu beliau minum dari air tersebut. Aku juga melihatnya meminum dari air zamzam untuk mencari kesembuhan dengannya, dan dengan air zamzam tersebut ia mengusap pada kedua tangan dan wajahnya."

"Aku (Adz-Dzahabi) katakan: "Mana orang yang keras kepala mengingkari Imam Ahmad? Padahal telah jelas bahwa Abdullah (putra Imam Ahmad) telah bertanya kepada ayahnya sendiri (Imam Ahmad) tentang orang yang mengusap-usap mimbar Rasulullah dan ruang (makam) Rasulullah, lalu Imam Ahmad menjawab: "Aku tidak melihat itu suatu yang buruk (artinya boleh)", Semoga kita dihindarkan oleh Allah dari faham-faham sesat Khawarij dan para ahli bid’ah".

Share Facebook
Share Twitter
Share Google+

BUKTI SAHABAT NABI DAN ULAMA SALAF BERTAWASSUL DAN BERTABARUK



FOLLOW

2010 © Bahaya Ajaran Sesat Sekte Salafi Wahabi Khawarij Mujassimah Musyabbihah
About / Sitemap / Contact / Privacy / Disclaimer