RUKUN NIKAH, SYARAT PENGANTIN DAN WALI

http://www.syaikhgoogle.com/2018/08/rukun-nikah-syarat-pengantin-dan-wali.html

Rukun Nikah Ada 5 Perkara :
  1. Pengantin lelaki (zauj).
  2. Pengantin perempuan (zaujah).
  3. Wali pengantin perempuan.
  4. Dua orang saksi (Syahidami ‘adilaini).
  5. Ijab dan Qabul (Shighat) (Al Iqna’ fi Hali Alfadli Abi Syja’: II/122).
Kemudian Dirinci Dalam Kitab Tabyinul Islah - Syech Haji Ahmad Rifa'i, Pasal 24 - 28.

Pasal 24 : Syarat-Syarat Pengantin Lelaki Ada 5 Perkara :
  1. Berumur baligh, bila masih kecil, maka bapak atau kakek qabulnya.
  2. Berakal, bila hilang akalnya, maka bapak qabulnya.
  3. Tidak senasab atau sesusuan (radla) dengan pengantin wanita.
  4. Dengan kehendak sendiri (ikhtiar). Tidak sah bila dipaksa.
  5. Menentukan dan mengetahui nama wanita yang akan dinikahi, mengetahui akan status calon istrinya, perawan atau janda dan sudah lepas ‘iddah.

Pasal 25 : Syarat-Syarat Pengantin Wanita Ada 5 Perkara :
  1. Berusia baligh.
  2. Berakal.
  3. Tidak Senasab dan tidak Sesusuan dengan pengantin lelaki.
  4. Kehendak sendiri, tanpa adanya paksaan selain wali mujbir bapak/kakek.
  5. Mengetahui lelaki yang akan menikahi dirinya.

Pasal 26 : Ada 2 Macam Wali Yang Menikahkan Seorang Wanita :
  1. Wali Mujbir ialah: seorang wali yang boleh menikahkan orang wanita dengan cara memaksa meskipun ia tidak rela.
  2. Wali bukan Mujbir ialah selain wali Mujbir.

Pasal 27 : Syarat-Syarat Wali Mujbir Ada 6 Perkara :
  1. Bapaknya, kakeknya atau tuan hambanya yang menjadi Wali Mujbir. Adapun saudara dan pamannya bukanlah Wali Mujbir.
  2. Status pengantin harus gadis perawan walaupun usia baligh.
  3. Seorang lelaki yang adil, terkenal orang yang dapat dipercaya.
  4. Dinikahkan kepada kufunya (lihat pasal kufu).
  5. Dinikahkan kepada seorang lelaki yang bukan musuh dengan anaknya.
  6. Harus dengan Mahar Mutsil dan pengantin lelaki sanggup membayarnya.

Pasal 28 : Tentang Wali Wanita Janda (Syayyibah) :

Wali Mujbir berhak menikahkan seorang wanita bila statusnya belum baligh dan lagi perawan bukan janda. Tetapi kalau wanita tersebut ternyata janda, maka ayah dan kakeknya tidak berhak menikahkannya, baik izin maupun tidak, sama saja tidak sah. Apabila janda tersebut sudah baligh, maka sahlah menikahkannya dengan syarat izin dari padanya, karena janda yang belum baligh apa yang diucapkan tidak dapat dipercaya.

Share Facebook
Share Twitter
Share Google+

RUKUN NIKAH, SYARAT PENGANTIN DAN WALI



FOLLOW

2010 © Bahaya Ajaran Sesat Sekte Salafi Wahabi Khawarij Mujassimah Musyabbihah
About / Sitemap / Contact / Privacy / Disclaimer