TENTANG SYAIKH GOOGLE

http://www.syaikhgoogle.com/p/about.html

Sejarah telah membuktikan bahwa metode belajar ilmu agama secara talaqqi (belajar langsung kepada orang alim) adalah metode belajar yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar dalam berbagai bidang keilmuan seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, Imam Hanbali, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, Imam Ibnu Majah, Imam al-Asy’ari, Imam al-Ghazali, Imam Abdul Qadir al-Jailani, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Suyuthi dan sebagainya.

Sedangkan teori belajar modern menganggap bahwa metode tallaqi adalah metode yang kuno dan ketinggalan zaman, menurut mereka mencari ilmu itu cukup dengan banyak membaca buku secara otodidak atau cukup dengan browsing artikel dan video pengajian di internet. 


Tentu saja kita tidak menafikan pentingnya membaca buku sendiri atau memanfaatkan internet terutama kepada Syaikh Google, tetapi talaqqi ilmu kepada orang ‘alim (yang pernah talaqqi ilmu kapada orang ‘alim sebelumnya) jauh lebih penting dan lebih berkah. Adakah teori belajar modern itu telah menghasilkan satu ulama saja yang setara dengan Imam Suyuthi apalagi yang setara dengan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani ?? Jawabannya tentu : TIDAK ADA
 

Pada era zaman akhir ini pun, para ulama yang benar-benar ‘alim ilmunya, meski sebagian dari mereka mungkin juga duduk di bangku kuliah, tetapi hampir bisa dipastikan bahwa kealiman mereka dan keberkahan ilmu mereka disebabkan karena mereka belajar ilmu agama secara talaqqi kepada guru-guru mereka dan bersanad hingga ke Rasulullah SAW.

Diantaranya seperti : Al Muhaddits (Pakar Hadits) Kyai Muhammad Mahfudz At Turmusi (Termas, Pacitan), Asy Syaikh Kyai Kholil (Bangkalan), Kyai Sholeh (Darat, Semarang), Hadlratusy Syaikh Kyai Muhammad Hasyim Asy’ari (Tebuireng Jombang), Asy Syaikh Kyai Abdul Wahhab Hasbulloh (Tambak Beras, Jombang), Al Mursyid Kyai Muhammad Romli Tamim (Rejoso, Jombang), Asy Syaikh Kyai Muhammad Ma’shum bin Ali (Kwaron, Jombang), Asy Syaikh Mbah Kyai Manaf (Lirboyo, Kediri), Asy Syaikh Kyai Muhammad Ihsan (Jampes, Kediri), Al Muhaddits As Sayid Abdullah Al Ghumari (Maroko), Al Muhaddits Asy Sayikh Muhammad Yasin Al Fadani (Makkah, Asal Padang Sumatra Barat), Al Muhaddits Al Habib Salim Bin Jindan (Jakarta), Al Muhaddits Asy Sayikh Abdullah Al Harari (Lebanon), Al Muhaddits Al Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih (Malang), Asy Syaikh Mbah Kyai Maimun Zubair (Sarang, Rembang), Al Muhaddits As Sayid Muhammad Alawi al Maliki (Makkah), Al Muhaddits As Sayid Hasan bin Ali As Saqqaf (Yordan), Al Muhaddits Asy Syaikh Mahmud Sa’id Mamduh (Mesir), Al Habib Salim Asy Syathiri (Yaman) dan lain lain. Semoga kita mendapatkan keberkahan dan kemanfaatan ilmu mereka di dunia dan akhirat. Amin.

Syaikh Google sendiri adalah Satire bagi "Guru nya" mereka yang belajar ilmu agama dengan cara otodidak bermodalkan koneksi internet, Biasanya dari kalangan para pemuda yang tidak memiliki dasar agama yang kemudian penasaran dengan agama dan berusaha mencari-cari pengetahuan agama di internet. Lantas kemudian mereka dengan bangganya menggunakan pengetahuan hasil pencariannya dari internet itu untuk dijadikan hujjah dan dalil dalam menyerang para Kiyai NU, Ulama NU dan Santri NU yang sudah lebih dulu faham dan kenyang dengan ilmu pengetahuan agama di Pondok Pesantren.

Regard, Admin SyaikhGoogle.com



FOLLOW

2010 © Bahaya Ajaran Sesat Sekte Salafi Wahabi Khawarij Mujassimah Musyabbihah
About / Sitemap / Contact / Privacy / Disclaimer